Rabu, 30 Januari 2013

[Blender] Tutorial Animasi Mobil

0 komentar
download tutorial di sini : turorial.pdf
Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Jumat, 07 Desember 2012

Prototyping

0 komentar
Mendapatkan dari ide desain untuk  direalisasikan sebuah proyek tidak selalu mudah dan mungkin memerlukan cukup jumlah prototipe untuk mendapatkan hal yang benar. Setelah tim desain memiliki ide konsolidasi bagaimana untuk menjawab prototyping, singkat memberikan kesempatan untuk menguji beberapa solusi yang diusulkan tanpa pergi ke biaya pengembangan penuh.
Prototipe yang berbeda untuk berbagai desain desain grafis adalah daerah yang luas dan beragam, sehingga metode prototyping yang digunakan akan sangat bervariasi dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Seorang programmer web bisa mendapatkan rekan untuk menguji pekerjaan mereka pada berbagai komputer yang berbeda dan perangkat lunak operasi sebelum website ditayangkan, sementara seorang desainer komunikasi lingkungan dapat menghasilkan versi yang berbeda dari signage untuk menguji mudah dibaca di bawah sinar tertentu dan kondisi cuaca. Berikut ini adalah beberapa item yang perlu dipertimbangkan ketika prototyping. Ingatlah bahwa ini tidak lengkap karena setiap pekerjaan dapat menyajikan isu-isu spesifik.
Pekerjaan cetak memerlukan pemeriksaan sebagai hasilnya mungkin bervariasi dari satu saham yang lain. Berbagai bukti atau tes sidik jari dapat dilakukan untuk memeriksa segala sesuatu dari teks ke reproduksi tata letak dan warna. Sebuah cetak tes akhir, yang disebut cetak pertandingan atau Chromalin, biasanya digunakan untuk melihat desain akhir pada resolusi yang tepat dan warna. Ini adalah bukti bahwa printer mematuhi, meskipun tidak dicetak pada saham pencetakan yang sebenarnya. Prototyping Mendapatkan dari ide desain untuk sebuah proyek direalisasikan tidak selalu mudah dan mungkin memerlukan sejumlah besar prototipe untuk mendapatkan hal yang benar. Setelah tim desain memiliki ide konsolidasi bagaimana untuk menjawab singkat, prototyping pr
ovides kesempatan untuk menguji beberapa solusi yang diusulkan tanpa pergi ke biaya pengembangan penuh. Satu-satunya cara untuk benar-benar melihat bagaimana sesuatu akan mencetak adalah untuk mendapatkan bukti basah yang tercetak pada
sama pers yang akan digunakan untuk mencetak pekerjaan, dengan menggunakan piring yang sama dan saham yang sama. Namun, faktor lain yang mempengaruhi hasil akhir, seperti lingkungan, kondisi pencahayaan, tekanan pelat cetak, dalam ketebalan film, kelembaban dan pengeringan
kondisi. Sementara bukti basah menyediakan pertandingan terdekat mungkin, minder yang memonitor pers harus cocok dengan sesuatu yang kering (bukti basah) untuk sesuatu yang basah (bagian dicetak meninggalkan pers berjalan), yang berarti bahwa variasi warna masih bisa terjadi. Hal ini juga dianjurkan untuk mendapatkan boneka printer untuk pekerjaan (lihat halaman 79). Ini adalah format mock-up dari potongan dicetak akhir yang digunakan untuk memeriksa, mengikat bagaimana halaman lipat, aspek creep dan lainnya yang mempengaruhi bentuk fisik dari publikasi.
Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Senin, 29 Oktober 2012

Sejarah Desain Grafis

0 komentar
Di era sekarang ini design grafis sudah sangat popular dan bahkan hampir setiap
kegiatan kita berhubungan dengan design grafis. Banyak tercipta para
designer-designer grafis muda yang professional, karena pada dasarnya kunci
utama design grafis adalah mempunyai banyak ide. Tapi tahukah anda sejarah awal
mula design grafis? Dan tentunya kita perlu mempelajari perkembangan dan
sejarah design grafis. Untuk itu pada kesempatan kali ini, awalmula.com akan
mengutip sedikit perjalanan atau perkembangan dan sejarah design grafis dari
tahun ke tahun hingga sampai saat ini, untuk menambah wawasan kita terutama
dalam dunia design grafis.

Seperti yang kita ketahui, kunci utama dalam design grafis adalah mempunyai
banyak ide dan mampu menguasai beberapa software-software design grafis
seperti desktop publishing, webdesign, audiovisual dan rendering 3 Dimensi.

Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan
manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud
gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena
gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam
(flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi
gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan
gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan
gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan
gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang
ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.

Lambang/ aksara sebagai alat komunikasi diawali oleh bangsa Punesia (+ 1000
tahun SM), yang saat itu menggunakan bentuk 22 huruf. Kemudian disempurnakan
oleh bangsa Yunani (+ 400 tahun SM) antara lain dengan mengubah 5 huruf
menjadi huruf hidup. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil
menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan
diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa
dari Yunani. Pada awalnya bangsa Romawi menetapkan alfabet dari Yunani tersebut
menjadi 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X,
kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi
kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan
pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.

Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua,
buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak
belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan
tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu
berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku
yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes),
maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan
bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini
karena ketipis-tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu,
dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat
dituliskan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.

Era Cetak

Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban
manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes
Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan
dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman,
untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang
memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi
bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust,
dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg
Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456.
Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di
Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf
(tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman
besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.

Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik
cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan
tehnik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan tehnik cetak datar yang
memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi
tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Tehnik ini
memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk
blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna.
Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa
keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.

Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret
dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari
Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899).
Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset.

Batasan Media Design Grafis

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku,
majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman,
desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut
sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain.
Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup
pengolahan ruang.

Prinsip dan Unsur Design

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya.
Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan
warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut,
seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi
(“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural
komposisi yang lebih luas.

sumber : eliskey.student.umm.ac.id Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Membuat Animasi Perahu pada Blender

0 komentar
Project ini menggunakan dua objek yaitu :
1. Perahu
2. Ocean

Pembuatan Perahu

1.  Mengubah ukuran cube sesuai kebutuahan,dengan menekan tombol s pada keyboard


 2. Menghapus bagian sisi atas cube dengan cara berpindah ke edit mode dan memilih face select mode, kemudian klik kanan titik yang akan dihapus,lalu pilih only faces.


3.  Memilih modifier- solidify dan atur ketebalan dengan menggunakan menu thickness

4.  Kembali ke objek mode – modifier – subdivision surface


 5. Setelah memilih subdivision surface,maka bentuk cube td menjadi dibawah ini, kemudian ubah view dari view1 jadi view2.


6. Kemudian klik add – mesh – plane

7. Ubah ukuran plane tersebut dengan perbandingan 1:1 dgn perahu, lalu ubah ke edit mode lalu pada mesh   tool,pilih subdivide

8. Kemudian pilih vertex mode,lalu klik vertex-vertex yang ada dengan menahan shift dan klik kanan lalu pilih delete.


9. Setelah vertex didelete,klik vertex yang ada lalu tekan F, lalu setelah itu letakkan plane tsb ke perahu,lalu blok perahu dan plane,masuk ke edit mode,lalu klik plane lalu ctrl+p untuk membuat vertex parent.


Pembuatan Samudera (Ocean) :

1. Add mesh – cube

2. Modifier – ocean yang berfungsi mengubah bentuk cube menjadi layaknya samudera

3. Efek ombak diatur pada modifier seperti pengaturan choppiness dan alignment


4. Pembuatan Timeline :
    Klik Ocean – atur time = 0 – klik kanan pilih insert keyframe
    Klik next – atur time = 10 – klik kanan insert keyframe


5. Klik perahu – pilih physique – collision agar perahu mengikuti arus ombak

6. Kemudian menentukan Goal Strength dan Goal Stiffness sesuai keinginan dan menekan tombol I pada  keyboard dan memilih location untuk mengatur awal perahu dan memindahkan perahu ke arah sumbu yang diinginkan, untuk menentukan arah lajur perahu, kemudian diakhiri dengan menekan tombol I- Location.

Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Sabtu, 03 Desember 2011

Apa itu Komputasi Awan ?

0 komentar

Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud .

Komentar:
Komputasi Awan sudah ada sejak lama, hingga sekarang. Salah satu penyedia layanan ini tak lain lagi yaitu Google Cooperation. Mereka berusaha dengan sedemikian cara agar para umat manusia di muka bumi dapat merasakan apa itu Komputasi Awan dengan menyediakan layanan-layanan seperti Google Maps, Google Plus, Google Chat, Google Mail, Google plus, Google Search dan sebagainya hanya dengan mengakses dari 1 device dan 1 Operator. Namun ada satu kendala dan mungkin satu-satunya kendala terutama di Indonesia yaitu harga Internet yang tidak sesuai dengan pelayanannya. Kelancaran internet merupakan kunci dari lancarnya kegiatan Komputasi Awan. Dengan adanya kelancaran dan kenyamanan ini, otomatis teknologi akan berkembang pesat. Semoga saja Layanan Internet di Indonesia akan mengalami kemajuan yang signifikan. Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Selasa, 18 Oktober 2011

Internet Untuk Pendidikan

0 komentar
Ada banyak manfaat internet untuk pendidikan. Selama ini banyak sekali inovasi-inovasi yang dicanangkan. Namun, tak semuanya berjalan dengan mulus. Program pemanfaatan internet khususnya yang dimotori oleh pemerintah sering kedodoran. Banyak sekali program yang ingin dijalankan. Tetapi sangat minim pelaksanaan.

Sementara, di kalangan kaum terpelajar di Indonesia, mereka berinisiatif sendiri dalam memanfaatkan internet untuk pendidikan. Bahkan, banyak lembaga-lembaga informal seperti kursus-kursus dan sekolah online bermunculan.

Itu semua memang tidak terlepas dari dua hal. Pertama tentang kemajuan dan perkembangan internet itu sendiri. Kedua, murahnya dan semakin luasanya internet bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Selain bisa diakses melalui handpone, internet kini juga bisa akses melalui berbagai warung internet yang kini menjamur, tak hanya di kota-kota besar, bahkan di pelosok desa pun sudah ada.

Nah, bagaimana internet bisa digunakan untuk pendidikan? Berikut ini diantaranya:

Pencarian Informasi Pendidikan

Penggunaan yang paling dasar dan sering dilakukan kalangan terpelajar kita adalah mencari materi dan informasi pendidikan di internet. Informasi ini khususnya yang menyangkut pelajaran atau mata kuliah mereka.

Memang, kemudahan pencarian informasi ini kadang berdampak buruk yaitu maraknya kegiatan plagiat di kalangan terpelajar, begitu juga anak-anak jadi malas membaca buku. Untuk ini, kaum terpelajar lain seperti guru juga diharuskan mengikuti perkembangan internet tersebut, agar bisa mengawasi dan meminimalisir maraknya kasus plagiat ini.

Berbagi Ilmu Pengetahuan

Di dunia pendidikan, internet juga berfungsi sebagai sarana berbagi ilmu pengetahuan. Selain melalui website, yang marak adalah saling berbagi ilmu lewat blog atau semacam jurnal online pribadi. Lewat media tersebut, kalangan terpelajar saling berbagai informasi, menulis tentang kemampuan dan kepakarannya masing-masing.

Tentu saja, yang demikian ini perlu disambut dengan positif. Sebab secara langsung maupun tidak langsung bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita sebab semakin banyak sumber informasi terkait dengan pendidikan yang mudah didapatkan untuk mendukung kegiatan akademik mereka.

Sarana Publikasi Pendidikan

Internet, juga bisa digunakan sebagai sarana publikasi pendidikan. Terutama untuk sarana publikasi jurnal ilmiah di kalangan akademisi. Sayangnya, yang demikian itu masih belum berkembang dengan baik. Penelitian-penelitian para pakar masing banyak yang disimpan dalam gedung-gedung perpustakaan.

Yang sedikit sekali orang yang bisa mengaksesnya. Untuk itu, perlu ada gebrakan di dunia akademik agar karya-karya ilmiah itu bisa mudah dinikmati pembaca.

Sarana Belajar Mengajar

Sebagai sarana kegiatan belajar mengajat contohnya adalah Universitas Terbuka. Kegiatan belajar-belajarnya dilakukan dengan jarak jauh melalui internet. Tidak dengan tatap muka langsung. Selain itu, kini marak sekali sekolah-sekolah online yang juga dijalankan oleh para praktisi bisnis dan praktisi pendidikan. Misalnya marak sekolah marketing online, bisnis online, maupun sekolah menulis online.

Semuanya itu dilakukan dengan bantuan internet, kelas maya, bukan kelas tatap muka. Tentu saya yang demikian merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan dan perlu terus di dukung perkembangannya.

Demikian fungsi internet untuk pendidikan. Internet memang hanya sekadar alat atau media, tinggal di tangan manusialah, ditangan kitalah penggunaan secara positif itu bisa dilaksanakan. Untuk kebaikan atau keburukan, terserah Anda.

sumber : http://www.anneahira.com Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Sabtu, 25 Juni 2011

Iran : Gaza Akan Jadi Kuburan Israel

0 komentar

TEHERAN,MINGGU-Gaza akan menjadi kuburan orang-orang Israel, kata Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, Minggu (4/1) setelah negara Yahudi itu melancarkan serangan darat ke pedalaman wilayah pantai Palestina.

Tank-tank Israel dan pasukan infantri bertempur dengan para pejuang Hamas di Jalur Gaza, Minggu, beberapa jam setelah meluncurkan serangan darat.

Serangan darat ini terjadi setelah delapan hari Israel menggencarkan serangan udara yang mematikan, namun tak berhasil menghentikan serangan-serangan roket kelompok-kelompok Islam terhadap wilayah Israel.

"Zionis menghadapi perlawanan kuat dari rakyat Palestina yang tak gentar ..., kaum Zionis harus mengakui bahwa Gaza akan menjadi kuburan mereka," kata Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani seperti dikutip Kantor Berita Mehr, saat berpidato di parlemen.

Para anggota dewan Iran menyahuti ’ganyang Israel, ganyang Zionis,’ kata laporan Mehr. Pernyataan-pernyataan Larijani ini adalah reaksi pertama yang dilontarkan tokoh senior Iran terhadap serangan Israel terhadap Gaza.

Iran tidak mengakui keberadaan Israel. Sementara Israel menuduh Iran memasok persenjataan kepada Hamas. Iran membantah tuduhan itu, dan mengatakan, bahwa pihaknya hanya memberikan dukungan moral terhadap kelompok tersebut.

Serangan-serangan Israel terhadap Gaza telah memicu berulangnya aksi-aksi protes di Teheran, dan di mana-mana di Iran, yang terutama dilakukan oleh para mahasiswa. Para pejabat Iran mengutuk apa yang mereka katakan tidak adanya tindakan internasional, dan sikap yang bias terhadap Israel.

sumber : kompas.com Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Rabu, 08 Juni 2011

Pengertian Tanggung Jawab

0 komentar
Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak.Tanggung jawab merupakan perbuatan yang sangat penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,karena tanpa tanggung jawab,maka semuanya akan menjadi kacau.Contohnya saja adalah jika seorang ayah tidak melakukan tanggung jawabnya mencari nafkah,maka keluarganya akan sengsara. Bagaimanapun juga tanggung jawab menjadi nomor satu di dalam kehidupan seseorang.Dengan kita bertanggung jawab,kita akan dipercaya orang lain,selalu tepat melaksanakan sesuatu,mendapatkan hak dengan wajarnya. Seringkali orang tidak melakukan tanggung jawabnya,mungkin di sebabkan oleh hal hal yang membuat orang itu lebih memilih melakukan hal di luar tanggung jawabnya.Sebagai contohnya,seorang pelajar mempunyai tanggung jawab belajar,sekolah,tapi karena ada game/ajakan teman yang tidak baik untuk bolos sekolah,maka seorang anak itu bisa saja melalaikan tanggung jawabnya untuk bermain/bolos sekolah. Jika kita melalaikan tanggung jawab,maka kualitas dari diri kita mungkin akan rendah.Maka itu,tanggung jawab adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan,karena tanggung jawab menyangkut orang lain dan terlebih diri kita. Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Pengakuan tanggal kemerdekaan Indonesia oleh Belanda

0 komentar

Pengakuan tanggal kemerdekaan Indonesia oleh Belanda adalah peristiwa di mana Belanda akhirnya mengakui bahwa kemerdekaan Indonesia adalah tanggal 17 Agustus 1945 sesuai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia, bukan tanggal 27 Desember 1949 saat soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam.

Pengakuan ini baru dilakukan pada 16 Agustus 2005, sehari sebelum peringatan 60 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia, oleh Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot dalam pidato resminya di Gedung Deplu. Pada kesempatan itu, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menlu Hassan Wirajuda. Keesokan harinya, Bot juga menghadiri Upacara Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta. Langkah Bot ini mendobrak tabu dan merupakan yang pertama kali dalam sejarah.

Pada 4 September 2008, juga untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende, menghadiri Peringatan HUT Kemerdekaan RI. Balkenende menghadiri resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang digelar oleh KBRI Belanda di Wisma Duta, Den Haag. Kehadirannya didampingi oleh para menteri utama Kabinet Balkenende IV, antara lain Menteri Luar Negeri Maxime Jacques Marcel Verhagen, Menteri Hukum Ernst Hirsch Ballin, Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop, dan para pejabat tinggi kementerian luar negeri, parlemen, serta para mantan Duta Besar Belanda untuk Indonesia.[1]

Selama hampir 60 tahun, Belanda tidak bersedia mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Belanda menganggap kemerdekaan Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949, yaitu ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam. Di Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa mengakui Indonesia merdeka pada tahun 1945 sama saja mengakui tindakan politionele acties (agresi militer) pada 1945-1949 adalah ilegal.

Sebelumnya, pada tahun 1995, Ratu Beatrix sempat ingin menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-50. Tapi keinginan ini ditentang PM Wim Kok. Akhirnya Beatrix terpaksa mampir di Singapura dan baru memasuki Indonesia beberapa hari setelah peringatan proklamasi.


Menlu Ben Bot menegaskan, kehadirannya pada upacara Hari Ulang Tahun RI ke-60 dapat dilihat sebagai penerimaan politik dan moral bahwa Indonesia merdeka pada 17-8-1945. Atas nama Belanda, ia juga meminta maaf.

Menlu Belanda Bernard Bot menyampaikan hal itu dalam upacara peringatan berakhirnya pendudukan Jepang di Hindia Belanda, hari Senin 15 Agustus 2005 di kompleks Monumen Hindia, Den Haag. Pernyataan Bot itu juga disaksikan Ratu Beatrix, yang hadir meletakkan karangan bunga.

Bot secara eksplisit mengungkapkan bahwa sikap dan langkahnya tersebut telah mendapat dukungan kabinet. "Saya dengan dukungan kabinet akan menjelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa di Belanda ada kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia de facto telah dimulai 17-8-1945 dan bahwa kita 60 tahun setelah itu, dalam pengertian politik dan moral, telah menerima dengan lapang dada," demikian Bot.

Pengakuan secara resmi soal kemerdekaan Indonesia pada 17-8-1945 selama ini sulit diterima para veteran, sebab mereka ketika itu setelah tanggal tersebut dikerahkan untuk melakukan Agresi Militer. Baru kemudian pada 27 Desember 1949 penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia secara resmi diteken.

Menurut menteri yang lahir pada 21 November 1937 di Batavia (kini Jakarta), itu sikap menerima tanggal kemerdekaan Indonesia pada 17-8-1945 dalam pengertian moral juga berarti bahwa dirinya ikut mendukung ungkapan penyesalan mengenai perpisahan Indonesia-Belanda yang menyakitkan dan penuh kekerasan. "Hampir 6.000 militer Belanda gugur dalam pertempuran, banyak yang cacat atau menjadi korban trauma psikologis. Akibat pengerahan militer skala besar-besaran, negeri kita juga sepertinya berdiri pada sisi sejarah yang salah. Ini sungguh kurang mengenakkan bagi pihak-pihak yang terlibat," tandas Bot.

Doktor hukum lulusan Harvard Law School itu melukiskan berlikunya pengakuan seputar tanggal kemerdekaan dan hubungan Belanda-Indonesia itu seperti orang mendaki gunung. "Baru setelah seseorang berdiri di puncak gunung, orang dapat melihat mana jalan tersederhana dan tersingkat untuk menuju ke puncak. Hal seperti itu juga berlaku bagi mereka yang terlibat pengambilan keputusan pada tahun 40-an. Baru belakangan terlihat bahwa perpisahan Indonesia-Belanda terlalu berlarut-larut dan dengan diiringi banyak kekerasan militer melebihi seharusnya. Untuk itu saya atas nama pemerintah Belanda akan menyampaikan permohonan maaf di Jakarta," tekad Bot.

"Dalam hal ini saya mengharapkan pengertian dan dukungan dari masyarakat Hindia (angkatan Hindia Belanda), masyarakat Maluku di Belanda dan para veteran Aksi Polisionil," demikian Bot.

Pernyataan Pemerintah Belanda di Jakarta

Selain itu Belanda sesalkan siksa Rakyat Indonesia pasca 17-8-1945, akhirnya mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Belanda pun mengakui tentaranya telah melakukan penyiksaan terhadap rakyat Indonesia melalui agresi militernya pasca proklamasi.

"Atas nama pemerintah Belanda, saya ingin menyatakan penyesalan sedalam-dalamnya atas terjadinya semuanya ini," begitulah kata Menlu Bernard Bot dalam pidato resminya kepada pemerintah Indonesia yang diwakili Menlu Hassan Wirajuda, di ruang Nusantara, Gedung Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat. "Fakta adanya aksi militer merupakan kenyataan sangat pahit bagi rakyat Indonesia. Atas nama pemerintah Belanda saya ingin menyatakan penyesalan sedalam-dalamnya atas semua penderitaan ini," kata Menlu Belanda Bernard Bot kepada wartawan dalam pidato kenegaraan tersebut, hari Selasa 16 Agustus 2005.

Bot tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung, hanya berupa bentuk penyesalan. Ketika ditanya mengenai hal ini, Bot menjawab diplomatis. "Ini masalah sensitif bagi kedua negara. Pernyataan ini merupakan bentuk penyesalan yang mendalam. Kami yakin pemerintah Indonesia dapat memahami artinya," kilah Bot.

Bot mengakui, kehadiran dirinya merupakan pertama kali sejak 60 tahun lalu di mana seorang kabinet Belanda hadir dalam perayaan kemerdekaan. "Dengan kehadiran saya ini, pemerintah Belanda secara politik dan moral telah menerima proklamasi yaitu tanggal RI menyatakan kemerdekaannya," tukas pria kelahiran Batavia (Jakarta) ini.

Pasca proklamasi, lanjut Bot, agresi militer Belanda telah menghilangkan nyawa rakyat Indonesia dalam jumlah sangat besar. Bot berharap, meski kenangan tersebut tidak pernah hilang dari ingatan rakyat Indonesia, jangan sampai hal tersebut menjadi penghalang rekonsiliasi antara Indonesia dan Belanda.

Meski menyesali penjajahan itu, Belanda tidak secara resmi menyatakan permintaan maaf. Indonesia pun tidak secara resmi menyatakan memaafkan Belanda atas tiga setengah abad penjajahannya.

Pidato ini dilakukan dalam rangka pesan dari pemerintah Belanda terkait peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 RI. Turut hadir Menlu Hassan Wirajuda, Jubir Deplu Marty Natalegawa, dan sejumlah mantan Menlu. Dari pihak Belanda, hadir Dubes Belanda untuk Indonesia dan disaksikan para Dubes dari negara-negara sahabat.

Sikap Pemerintah Indonesia

Menlu Hassan pun hanya mengatakan,"Kami menerima pernyataan penyesalan dari pemerintah Belanda". Saat ditanya apakah dengan menerima penyesalan dari pemerintah Belanda berarti Indonesia memaafkan kejahatan Belanda semasa penjajahan dulu, Hassan tidak membenarkan dan tidak membantahnya. "Kita sudah dengar sendiri dari Menlu Bot. Ini adalah pernyataan yang sensitif. Di Belanda pun untuk menyatakan penyesalan ini menjadi perdebatan sejumlah pihak. Kita harus menghargai sikap Belanda," tutur Hassan.

Acara yang dimulai pukul 19.30 ini berakhir pada pukul 20.15 WIB. Usai menyampaikan pidatonya, kedua Menlu ini saling memotong tumpengan nasi kuning sebagai tanda dimulainya babak baru hubungan Indonesia dan Belanda. (sumber: detikcom)

Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r

Dampak Invasi Mongol Terhadap Pemerintahan Koryo

0 komentar

PENDAHULUAN

Kerajaan Koryo yang berdiri sejak tahun 900an di semenanjung Korea telah mengalami peperangan melawan berbagai ancaman baik dari dalam wilayahnya sendiri maupun dari bangsa dari luar Korea. Seperti halnya ketika penyerbuan bangsa Mongol pada abad ke-13 yang telah mengakibatkan kehancuran kota-kota dan menyebabkan konflik internal di dalam tubuh Koryo. Walaupun target utama dari invasi Mongol bukanlah Koryo, namun penyerangan dan pendudukan wilayah menjadi penting untuk menguasai daerah-daerah sekitarnya. Dikarenakan letak geografis Korea yang berdekatan dengan Jepang dan Cina hal ini dapat dijadikan pertimbangan utama Mongol untuk mewujudkan rencana invasi besar-besaran ke daratan di selatan dan juga di timur laut.

Bangsa Mongol yang dipimpin oleh Gengis Khan pada awal abad ke-13 mulai bangkit untuk berkelana mencari sumber kehidupan ke segala penjuru yang lebih baik untuk bangsa mereka. Gerombolan Mongolia terkenal sangat kejam ketika berhadapan dengan setiap orang yang menghalangi tujuan mereka, maka tidak heran apabila Koryo sangat kesulitan menghadapi mereka sehingga terus menerus dirampok dan dipaksa untuk menyerahkan tahta kerajaan kepada Mongol.

Sebagian besar Koryo memang pernah diambil alih oleh Mongol namun juga terdapat segelintir kelompok yang melakukan perlawanan. Kelompok perlawanan ini bernama Sambyŏlch’o (patroli Tiga Elit) bersikeras tidak mau tunduk seperti saudara mereka dan kedudukannya terus terdesak hingga ke selatan pulau terluar Korea.

Sementara orang Koryo yang bersedia berdamai dengan Mongol diwajibkan mengikuti pemerintahan utusan mereka dan diharuskan memberi upeti sebagai bukti loyalitas. Pemerintahan Koryo di bawah pengaruh Mongol pun mengalami perubahan sebagai dampak dari invasi tersebut.

LATAR BELAKANG INVASI MONGOL

Dahulu kala bangsa Mongol merupakan bangsa yang suka berpindah-pindah atau disebut orang nomaden. Mereka mampu menempuh jarak perjalanan yang sangat jauh dengan sedikit mengkonsumsi makanan namun kekuatan mereka sangat besar sekali. Sehingga kondisi fisik mereka mampu mengungguli orang-orang lainnya. Orang Mongol zaman dahulu mempunyai ketahanan fisik yang sangat baik. Hal tersebut terbentuk bersamaan dengan kondisi alam Mongolia yang ekstrim jauh dari laut manapun, sedikit hujan dan salju serta udaranya kering.

Modal yang dimiliki Mongol ini dimanfaatkan oleh mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencari tempat tinggal yang baru. Biasanya mereka terpikat dengan kota-kota yang memiliki banyak makanan, orang kaya, dan wanita. Pencarian akan kebutuhan ini membawa mereka sampai ke selatan yakni Cina serta Korea. Salah satu contohnya pada awal abad ke-13, salah satu dinasti Cina yaitu Jin berhasil dikuasai oleh Mongol. Penyerbuan mereka pun berlanjut ke arah Semenanjung Korea yang terdapat kerajaan Koryo pada sekitar tahun 1230-an. Selain berupaya merampas harta serta memperluas wilayah nampaknya invasi ke Koryo memiliki tujuan yang lain.

Penjajahan Mongol terhadap kerajaan atau kota-kota di Asia maupun Eropa dengan pimpinannya Gengis Khan tidak selalu dilakukan dengan penyerbuan. Pengambilalihan kekuasaan oleh Mongol juga dilakukan dengan cara yang lebih halus. Cara yang dimaksud adalah beradaptasi dengan kebudayaan setempat. Orang Mongol cepat mempelajari kondisi setempat, dengan alasan untuk menguasai wilayah tersebut. Hingga dalam 20 tahun ke depan, bangsa Mongol dapat memperoleh upeti dari pemimpin setempat yang dijajah.

Sebetulnya tujuan awal Mongol adalah menguasai dinasti-dinasti di Cina. Hubungan mereka dengan bangsa-bangsa lain pun dinilai tidak begitu buruk. Contohnya, dengan bangsa Koryo pun mereka pernah bekerja sama dalam satu misi. Kesamaan visi inilah yang membuat keduanya (Mongol dan Koryo) terlibat kontak untuk pertama kalinya. Mongol dan Koryo berusaha untuk mengusir tentara campuran Khitan yang melarikan diri dari Manchuria menyeberangi Sungai Yalu menghindari Mongol. Gabungan serangan dari Mongol-Koryo pada tahun 1219 berhasil memukul mundur Khitan yang bertahan hingga Perbatasan Kangdong, di sebelah timur Pyongyang.

INVASI MONGOL TERHADAP KOREA

Mongol menganggap kemenangan atas Khitan tersebut merupakan berkat bantuan mereka dan Koryo berhak untuk memberi seserahan sebagai tanda balas budi. Bentuk seserahan ini berupa upeti yang harus diberikan tiap tahunnya. Koryo dengan tegas menolak pemberian upeti kepada Mongol karena permintaan upeti dianggap memberatkan. Situasi ini mengawali perselisihan di antara kedua bangsa tersebut, terlebih lagi dengan terbunuhnya utusan Mongol bernama Chu-ku-yü saat pulang dari Koryo di tahun 1225. Insiden tersebut merupakan alasan Mongol untuk menyerang Koryo untuk pertama kalinya pada tahun 1231.

Hubungan baik di antara Koryo dan Mongol akhirnya retak akibat ketamakan dari Mongol dan juga insiden pembunuhan utusan Mongol yang tidak diketahui pelakunya. Hanya karena utusan tersebut diduga baru kembali dari Koryo maka Mongol menuduh bahwa orang Koryo sebagai pelakunya. Padahal bisa saja ini merupakan jebakan untuk memperkeruh konflik di antara keduanya. Namun keduanya sudah merasa kesal satu sama lain dan tidak rela harga diri mereka diremehkan.

Penyerangan pertama dilakukan oleh Mongol yang dipimpin Sartaq pada tahun 1231 di wilayah Kuju (Kusŏng), tetapi tidak dikuasai sepenuhnya karena mereka bergerak ke wilayah pusat di Kaesŏng. Mongol berusaha untuk menguasai pemerintahan Koryo di Kaesŏng dengan meningglkan pemerintahan militer (daruhaci) atas permintaan damai Koryo. Koryo memiliki inisiatif untuk menghadapi Mongol, yaitu dengan cara berdamai. Namun, diam-diam pemerintahan Koryo dipindahkan ke Pulau Kanghwa di tahun 1232 untuk menghindari serangan Mongol. Sebagian besar penduduk lainnya juga ada yang pindah ke bagian pegunungan atau pulau di daerah lepas pantai. Strategi menghindari Mongol ini nampaknya tidak berhasil dan bahkan memperburuk keadaan setelah terbunuhnya Sartaq oleh Kim biarawan Yun-hu di Ch’ŏin-sŏng (Yongin). Hal ini pun menimbulkan penyerangan kedua Mongol terhadap Koryo.

Alasan pemindahan ibu kota Koryo ke Kanghwa merupakan keputusan yang tepat pada awalnya. Dikarenakan letaknya yang jauh serta wilayahnya yang terpisah dari laut merupakan kelemahan terbesar dari Mongol. Bangsa Mongol takut akan laut, dan ini merupakan akibat adaptasi mereka yang terlalu lama di daerah gurun yang tidak memiliki lautan. Usaha Mongol tidaklah berhenti sampai di sini, mereka merencanakan mengeluarkan para pemimpin Koryo dari Pulau Kanghwa dengan cara yang halus.

Orang Mongol hanya bisa menyuruh orang Koryo untuk keluar dari pengasingan mereka namun harus disertai dengan satu syarat. Mongol harus menarik mundur tentaranya dari perbatasan, dengan itu Koryo berkenan keluar. Mongol pun mengajukan tawaran agar Koryo yang harus keluar terlebih dahulu, setelah itu baru tentara Mongol boleh ditarik mundur. Kedua tawaran ini nampaknya tidak ada yang menunjukkan kesediaannya untuk menyerah. Pihak Koryo yang didesak menegaskan pernyataan yang tetap tidak ingin keluar dari Kanghwa dengan kata lain mereka tetap melawan.

Perlawanan terhadap Mongol juga dilakukan tidak hanya dari para pemimpin sipil dan raja Koryo tetapi juga muncul dari pihak tentara. Chi Kwang-su merupakan pemimpin militer Koryo yang sangat didukung rakyat kecil. Pemindahan rakyat Koryo ke wilayah pegunungan dan pulau lepas pantai merupakan inisiatif dari pihak militer. Selain terdapat persediaan pangan yang cukup, daerah tersebut menjadi basis dari perlawanan Koryo terhadap Mongol. Wilayah pengungsian rakyat kecil Koryo tidak mampu bertahan dari serangan Mongol yang dipimpin Jalairtai pada tahun 1254. Akhirnya jatuh banyak korban sebagian rakyat kecil dan hancurnya bangunan kebudayaan yang bersejarah di sana.

Penderitaan rakyat ini membawa dampak yang sangat merugikan bagi Koryo. Selain hancurnya lahan pertanian untuk memasok keperluan pangan dan hancurnya kehidupan petani, rakyat kecil juga enggan untuk mendukung pihak kerajaan. Tekanan pemerintahan Kanghwa yang melakukan pemerasan semakin membangkitkan rasa permusuhan di antara rakyat kecil dan pemerintah. Atas alasan inilah muncul dua kelompok yang memiliki pandangan tersendiri dalam menghadapi Mongol. Terdapat kelompok yang mendukung perdamaian dengan Mongol terutama dari pihak pemerintah Koryo dan yang satu lagi dari pihak rakyat kecil dan Sambyŏlch’o (Three Elite Patrols).

Perselisihan internal dalam kerajaan Koryo yang melibatkan pemerintahan sipil dan pihak oposisi dari militer mempersulit upaya perdamaian yang ingin dicapai. Pemerintah sipil menganggap militer menghambat proses tersebut, untuk itu pihak militer harus dijatuhkan. Pada tahun 1258 pemimpin oposisi terhadap pemerintah dan perlawanan terhadap Mongol yaitu Ch’oe Ui dibunuh oleh Yu Kyŏng dan Kim Chun. Kekuasaan pun beralih kepada Kim Chun yang juga tidak bertahan lama karena Im Yŏn segera mengambil alih kekuasaan dengan membunuh Kim Chun. Pada pemerintahan Im Yŏn, ia menggunakan kekuasaannya untuk menggulingkan Wonjong dan melakukan perlawanan terhadap Mongol. Namun, kebijakannya untuk melawan Mongol tidak didukung oleh masyarakat pada saat itu, ia pun segera dipukul mundur dan tahta pun kembali kepada Wonjong.

Sementara itu perlawanan dari pihak Sambyŏlch’o terus dilakukan untuk mempertahankan harga diri Koryo dari invasi Mongol dan pemerintahan di Kaesong. Sambyŏlch’o terus melakukan upaya pemberontakan dalam bentuk memblokade semua wilayah transit antara Kanghwa dengan wilayah daratan. Mereka juga membuat pemerintahan tandingan dengan raja yang bernama Wang On (masih merupakan keturunan bangsawan).

Kerajaan tandingan ini memperluas pertahanannya ke beberapa pulau terdekat seperti Pulau Chindo apabila dalam keadaan terdesak. Namun, kekuatan Kaesong jauh lebih besar karena bergabung dengan Mongol menyebabkan pemerintahan oposisi di Chindo mengalami kekalahan pada pertengahan 1271dan harus melarikan diri ke Pulau Cheju. Di Pulau Cheju inilah akhir dari Sambyŏlch’o mengakhiri perlawanannya pada tahun 1273. Meskipun kekuatan pemerintah resmi Koryo di Kaesong lebih kuat berkat dukungan Mongol namun semangat perlawanan pasukan militer Sambyŏlch’o tetap membara.

Dampak Invasi Mongol Terhadap Pemerintahan Koryo

Setelah pihak oposisi yang terdiri dari kalangan militer mengalami kekalahan, pemerintahan sipil Koryo semakin berada di bawah kekuasaan Mongol. Segala sesuatunya dikendalikan oleh orang-orang Mongol yang juga ditempatkan di Koryo. Alhasil terdapat perubahan dalam sistem pemerintahan Koryo selama masa pendudukan Mongol. Perubahan ini tidak selalu membawa dampak yang buruk, terdapat juga dampak yang positif.

Di bawah kekuasaan Mongol yang sah, Koryo mengalami perubahan dalam pengadopsian institusi Mongol dan adat istiadat termasuk segala macam dari struktur pemerintahan dan gelar bangsawan sampai pakaian serta gaya rambut kepang ala Mongol. Perubahan yang diberikan Mongol memberi pengaruh kepada hubungan Koryo dengan bangsa lainnya. Hubungan Koryo dengan bangsa lainnya seperti dengan orang Mongol, Muslim, maupun lainnya telah meningkatkan kemampuan dari para penerjemah kerajaan untuk mempelajari bahasa asing.

Perubahan lainnya dalam sistem politik adalah dibentuknya Biro Penaklukan Wilayah Timur yang dikendalikan oleh wakil dari Dinasti Yuan sementara pihak kerajaan Koryo hanya memegang gelar semata. Biro ini memiliki tujuan untuk mengatur strategi dalam rangka penaklukan Jepang setelah gagal dalam invasi sebelumnya. Namun, biro ini gagal dalam pelaksanaannya karena kebangkrutan yang dialami Mongol akibat biaya perang yang berlebihan. Dalam menjalin hubungan kebangsawanan antara Koryo dengan Mongol, diadakan pernikahan pangeran Koryo dengan putri Mongol. Pernikahan ini membuahkan keturunan yang akan memegang tahta Koryo. Dalam hal ini Mongol dianggap mempunyai kesempatan untuk menggulingkan kekuasaan Koryo lewat keturunannya. Selain itu beberapa bangsawan Koryo lainnya dijadikan sandera Mongol serta diasingkan dari keluarga maupun pemerintahan. Maka jalan Mongol untuk menguasai Koryo semakin terbuka lebar.

Sources

Henthorn, William E., A History of Korea. Collier Macmillan Publisher, London, 1971

Lee, Ki-Baik. A New History of Korea. Harvard University Press, Massachusets, 1984

Lukman, Cecilia. Ed. Oxford Ensiklopedia Pelajar, terj. dr. Mary Worrall. Jakarta: PT Intermasa, 1995.

Traditional Korea : A Cultural History

http://koreanhistory.info/Koryo.htm

Read more: http://www.maspeypah.co.cc/2010/02/cara-membuat-share-this-post.html#ixzz0uwFhnl9r